Renungan Ramadhan untuk Menjaga Lisan dan Hati

- Editor

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAKYAT.INFO | Ramadhan, bulan penuh berkah, waktu yang tepat bagi kita untuk merenung dan memperbaiki diri, salah satunya di bulan suci ini adalah bagaimana menjaga lisan kita agar tidak terjerumus dalam dosa besar, seperti fitnah.

Sebuah kisah inspiratif yang menggambarkan betapa berbahayanya fitnah bagi diri seseorang. Kisah ini mengisahkan seorang murid yang melontarkan fitnah kepada gurunya. Setelah menyadari kesalahannya, sang murid memohon maaf kepada gurunya, dan sang guru pun menyanggupi permohonan itu dengan satu syarat yang cukup berat.

Kemudian sang guru berkata, “Sekarang kamu kembalilah kerumah dan besok kembali lagi sambil engkau cari dan kumpulkan bulu ayam yang sudah engkau cabut dari kemocengnya!” Sang murid terkejut, mana mungkin?!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tapi karena ini adalah perintah guru, maka ia berusaha dan keesokan harinya ia kembali ketempat guru dan menyatakan, “Mohon maaf pak guru, saya hanya bisa mengumpulkan tiga helai dari bulu ayam yang telah saya saya lepaskan dari kemoceng.”

Sang guru tersenyum sambil berkata, “Begitulah fitnah yang telah engkau sebarkan tentang diriku, bagaimana engkau akan kembali menarik semua ucapan yang telah engkau sebarkan.”

Pelajaran dari kisah ini hati-hatilah dengan fitnah, djelaskan dalam Al-qur’an surat Al-Baqarah 191 : “Wal fitnatul asyaddu minal qotli (Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan).”

Karena ketika orang difitnah tidak hanya fisiknya yang mati tapi juga spikologis, keluarga, semuaya akan mengalami dampaknya, oleh karena itu dibulan Ramadhan ini, mari kita jaga. Karena puasa sejatinya tidak hanya sekedar menahan lapar, dan dahaga saja, tetapi puasa juga harus mampu menahan semua yang bisa membatalkan puasa.

Tidak hanya membatalkan dari puasa itu sendiri, secara fiqih mungkin ketika kita mampu menahan lapar, tidak makan dan minum, tidak melakukan hubungan suami istri disiang hari, mungkin sah puasa kita secara fiqih tetapi pahala puasa kita bisadaja hilang atau habis karena tidak mampunya menjaga lisan apalagi menyebar fitnah.

“Jangan sampai saudara kita mati raga fisiknya, mati perasaannya, mati secara sosialnya, gara-gara fitnah yang kita lontarkan, mulutmu harimau mu, maka jagalah!”

Mudah-mudahan kita tidak termasuk seperti kata Rasulullah “Betapa banyak orang yang puasa akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar, dan dahaga.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majjah).

Kita berdoa agar dibebaskan dari fitnah hidup dan mati, fitnah dunia dan akhirat. Untuk itu dianjurkan menambahkan do’a ditasyahud akhir ketika kita sedang sholat dengan membaca do’a ini : Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal. Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah al-masikh ad-Dajjal” (HR Muslim).

Oleh: Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM

Penulis : Merna Abbas

Editor : Adhitya Eka

Berita Terkait

Lapas Kelas IIB Maros Berkontribusi Aktif dalam Implementasi 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan
Menuju 100 Tahun, Reichas Chelebes Siapkan Generasi Unggul dengan Warna Baru
Ketua Bidang V UMKM, Ekonomi Kreatif, Pariwisat, Fitriani SE Optimis Hipmi Run Akan Berdampak Positif Bagi Pengusaha Muda di Sulawesi Selatan
Bertugas di Koramil 1421-08/Liukang Tangaya Antara Pengabdian, Tantangan dan Harapan Masyarakat
Peringati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-61, Lapas Kelas IIB Maros Gelar Bakti Sosial
Keluarga besar Andi Hasan Dg Mamala dan Hj. P. Tawe Kembali Menggelar Halal Bihalal yang Menjadi Tradisi Setiap Tahun 
Lapas Kelas IIB Maros Berbagi Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadhan
Lestarikan Budaya Indonesia, Brigpol Ita Sombo Allo Kunjungi Sanggar Ameldi Pengrajin Batik Papua

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 14:24 WITA

Kerja Bakti Tempat Ibadah Sambut Bulan Suci Ramadan, Wujud Kepedulian Sosial dan Pembinaan Positif

Jumat, 13 Februari 2026 - 00:00 WITA

Konflik Lahan Desa Harapan di Luwu Timur Memanas, Petani Tunjukkan Bukti PBB dan SKT

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:45 WITA

Sidak Gabungan Lapas Kelas IIB Maros dan Kanwil Ditjenpas Sulsel Perkuat Pengawasan dan Deteksi Dini

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:15 WITA

Transformasi Nusakambangan, Menteri Imipas Tuai Pujian dari Ketua Komisi XIII DPR RI

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:52 WITA

Mahasiswa UMI Lakukan Penelitian PKM di Lapas Maros, Dorong Sinergi Akademik dan Pembinaan Warga Binaan

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:45 WITA

Lapas Kelas IIB Maros Perkuat Sinergi Kelembagaan bersama KPU Kabupaten Maros

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:38 WITA

Ketua PAC Kiwal Garuda Hitam Marusu Ungkap Sejumlah Perusahaan di Kecamatan Marusu Diduga Tak Punya SKDP

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:54 WITA

Lapas Kelas IIB Maros Teguhkan Komitmen Pembangunan Zona Integritas

Berita Terbaru

Berita

Dinkes Bantaeng Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk Pemudik

Selasa, 9 Apr 2024 - 15:13 WITA

Berita

Diskominfo Pangkep Laksanakan Sosialisasi Website KIM

Kamis, 30 Nov 2023 - 13:33 WITA

Berita

Lantik PAW PPS Kelurahan Onto, Ini Pesan KPU Bantaeng!

Kamis, 23 Nov 2023 - 11:33 WITA

Inspirasi

Renungan Ramadhan untuk Menjaga Lisan dan Hati

Selasa, 17 Feb 2026 - 20:55 WITA